Arsene Wenger, Demo Politik Jerman, dan Piala Dunia

Jerman dipastikan gagal lolos sebagai perwakilan grup E di babak 16 besar Piala Dunia. Hal ini dipastikan setelah mereka mendapatkan jumlah poin yang sama dengan Spanyol yang berada di peringkat kedua. Tapi sayangnya, timnas negeri Matador tersebut berhasil mendapatkan torehan gol yang lebih banyak.

Gabung di BK8 Sekarang

Kegagalan Jerman

Beberapa saat sebelum laga pembuka mereka dengan Jepang, yang akhirnya mendorong mereka kalah dengan skor 2-1, pemain timnas Jerman melakukan protes di tengah lapangan. Para pemain timnas Jerman terlihat menutupi mulut mereka. Hal ini merupakan bentuk reaksi mereka terhadap keputusan FIFA yang tidak mengizinkan gelang tangan OneLove untuk digunakan di sepanjang turnamen tersebut.

Terkait hal ini, Arsene Wenger mengemukakan pandangannya. Ia mengklaim bahwa keputusan timnas Jerman untuk melakukan protes di Qatar akhirnya mengalihkan perhatian mereka dari pertandingan yang sebenarnya di kompetisi tersebut.

Tanggapan Arsene Wenger

Sang mantan pelatih Arsenal tersebut menyampaikan pandangannya dalam acara pengarahan teknis FIFA baru-baru ini. Dalam acara yang sama, ia bertugas sebagai pembicara bersama dengan mantan penyerang timnas Jerman, Jurgen Klinsman pada acara yang berlangsung pada hari migngu setempat tersebut.

Berbeda halnya dengan Arsene Wenger, Klinsman mengungkapkan bahwa kompetisi kali ini adalah sebuah adaptasi Piala Dunia bagi beberapa negara. Dibandingkan dengan negara-negara lain, ada beberapa negara yang berjuang untuk bisa beradaptasi, terutama dari aspek mentalitas. Ada beberapa negara yang harus berjuang untuk bisa menyesuaikan diri mereka dengan hal-hal baru yang terjadi dan berada di Qatar kali ini. Sayangnya, tak semua adaptasi tersebut berujung dengan hal-hal baik.

Klaim Arsene Wenger tentang Dampak Demo Politis Jerman

Sementara itu, situs BK8 login alternatif melaporkan bahwa Wenger memberikan pandangannya terkait permainan timnas Jerman. Dirinya yang kini menjabat sebagai Ketua Pengembangan Sepakbola Global FIFA memberikan tanggapannya secara khusus tentang ‘demonstrasi politis’ yang dilakukan oleh para pemain timnas Jerman. Menurutnya, justru hal tersebut yang menjadi salah satu faktor di balik tersingkirnya timnas Panser tersebut.

Ia mengatakan bahwa menurutnya tim yang bermain dengan tidak mengecewakan di laga pembuka Piala Dunia, ketika ornag-orang tahu bahwa pertandingan perdana selalu begitiu penting, adalah tim-tim yang memiliki pengalaman. Tim-tim ini biasanya memiliki pengalaman bertanding di kompetisi sejensi sebelumnya seperti Perancis, Inggris, dan Brasil. Tim dari negara-negara ini mampu bermain dengan baik di laga perdana mereka.

Sementara itu, ada juga beberapa tim lain yang secara mental siap seperti yang disampaikan oleh Jurgen, kata Arsene Wenger. Tim-tim seperti ini akan menuangkan seluruh fokus dan perhatian mereka ke kompetisi, bukan terhadap penampilan politis.

Bukan hanya itu, mantan pelatih Arsenal tersebut menyampaikan bahwa ia cukup yakin Southgate berada dalam kondisi yang memungkinkan untuk meraih keberhasilan dengan timnas Inggris. Hal ini ia sampaikan setelah memperhatikan permainan timnas negeri 3 Singa tersebut, meski di turnamen sebelumnya, mereka berujung dengan kegagalan.

Ia berujar bahwa memang timnas Inggris bukan tergolong negara yang bermain dengan konsisten sejak awal. Tapi, mereka mampu berkembang dengan cukup bagus. Mereka berjuang dengan keras untuk bisa mengalahkan lawan-lawan mereka dan bangkit dari setiap keterpurukan mereka.