Menuju Qatar 2022: Uruguay Siap Gelar Laga Ujicoba dengan Iran

Timnas Uruguay baru saja menambah jadwal ujicoba menuju Qatar 2022 di bulan Juni dengan Iran, melengkapi dua laga lainnya. Partai melawan Iran akan digelar pada tanggal 11 Juni. 

Laga melawan tim Melli ini baru dipastikan pada minggu lalu menyusul keputusan mendadak Kanada yang seharusnya menjadi lawan Mehdi Tahremi dkk di bulan Juni sebagai persiapan menuju piala dunia 2022. Keputusan itu diambil federasi sepakbola Kanada tanpa alasan yang jelas, diduga dipengaruhi oleh alasan politik, menyusul pernyataan negatif dari Perdana Menteri Justine Trudeau tentang rencana laga persahabatan tersebut. Hal ini tentu mengecewakan federasi sepakbola Iran yang telah menjadwalkan laga ujicoba ini jauh-jauh hari. 

Usai pembatalan tersebut, Uruguay lah yang akhirnya setuju menjadi pengganti Kanada. La Celeste akan menggelar pertandingan tersebut di kandang sendiri, di venue kebanggaan mereka yang bernilai historis, stadion Centenario di Montevidio. Sebelumnya, Luis Suarez dan kolega akan menghadapi dua wakil CONCACAF, Meksiko dan Amerika Serikat pada tanggal 2 dan 5 Juni. Kedua laga ujicoba ini akan digelar di AS. Di putaran final nanti, anak asuhan Diego Alonso tergabung dengan Korsel, Portugal dan Ghana di grup H. Menurut jadwal piala dunia yang telah dirilis, mereka akan berhadapan dengan Korsel di laga perdana pada tanggal 24 November nanti. 

JAGO TEBAK SKOR? MAIN DI W88

Kiprah Uruguay di Piala Dunia

Uruguay sejatinya adalah salah satu tim elit dalam sejarah penyelenggaraan piala dunia. Mereka telah memenangkan dua gelar, meskipun sudah puluhan tahun yang lalu, yaitu di edisi 1930 saat menjadi tuan rumah dan 1950 di Brasil. Prestasi terbaik mereka setelah itu hanyalah menjadi semifinalis di Swiss 1954, Meksiko 1970 dan yang terbaru di Afrika Selatan 2010. Sedangkan pencapaian terburuk La Celeste terjadi di edisi 1974. Saat itu mereka hanya meraih hasil imbang di babak penyisihan melawan Bulgaria namun harus menelan pil pahit saat berhadapan dengan Belanda dan Swedia di dua laga lainnya. 

Kini pemegang medali emas di cabang sepakbola di Olimpiade 1924 dan 1928 ini lebih cocok dianggap sebagai tim kuda hitam, alih-alih sejajar dengan Brasil dan Argentina sekalipun. Sejak 2010, mereka memang selalu lolos ke putaran final, namun Oscar Tabarez yang mengawal Edison Cavani dkk belum bisa mengulang pencapaian mereka di Afrika Selatan. Hal ini tak lepas dari fakta bahwa sejatinya mereka agak dinaungi keberuntungan di fase gugur. Uruguay hanya menyingkirkan Korea Selatan dan Ghana lewat adu penalti. Kualitas mereka terbukti masih dibawah tim-tim Eropa saat dikalahkan Belanda dan Jerman di babak semifinal dan perebutan tempat ketiga. Pasang taruhan anda untuk laga-laga seru timnas Uruguay di Piala Dunia Qatar 2022 di link alternatif W88

Peluang La Celeste di Qatar 2022

Di Qatar 2022, tim asuhan Diego Alonso kemungkinan masih mengandalkan sejumlah pemain senior seperti Luis Suarez, (35 tahun), Edison Cavani (35), Martin Caceres (35), Diego Godin (36) dan kiper Fernando Muslera (35). Sedangkan para punggawa yang berusia emas seperti Lucas Torreira yang merumput di Fiorentina, striker Valencia Maxi Gomez dan pemain Cagliari, Nahitan Nandez masih berjuang dengan konsistensi. Berita baiknya, La Celeste kini memiliki sejumlah pemain muda yang bersinar di berbagai liga top Eropa seperti pencetak umpan gol di final Liga Champions yang lalu, Federico Valverde (23 tahun), bek Barcelona Ronald Araujo (23), penyerang Benfica Darwin Nunez (22) yang menjadi incaran banyak klub di bursa transfer musim panas ini, gelandang River Plate Nicolas de La Cruz (24), bek sayap Getafe yang sedang diincar Napoli, Mathias Olivera dan bek AS Roma Mathias Vina.

Dengan materi pemain yang ada, peluang mereka untuk lolos dari babak penyisihan grup tentu cukup terbuka meski tidak mudah karena ada Portugal dan Ghana yang termotivasi untuk membalas dendam kekalahan pahit mereka di perempat final piala dunia 2010. Ada juga Korea Selatan yang tidak bisa diremehkan. Jalur menuju babak berikutnya bakal lebih terjal jika hanya lolos sebagai runner up. Uruguay berpotensi akan bertemu Brasil lebih awal, yaitu di babak 16 besar. Tampaknya pencapaian mereka di piala dunia 2022 nanti kemungkinan hanya mentok di perdelapan final atau babak 8 besar.