Menuju Qatar 2022: Juara Piala Kirin, Persiapan Sempurna Tunisia

Tunisia baru saja menjuarai turnamen Piala Kirin di Jepang dengan catatan impresif yang membuat mereka patut diwaspadai. 

Negara di Afrika Utara ini mulai menunjukkan kualitasnya setelah harus bersusah payah lolos ke piala dunia 2022. Mereka mampu meraih poin penuh di dua laga selama turnamen tersebut, yaitu melawan Cile dan tuan rumah, Jepang. Hebatnya lagi mereka tampil tanpa kebobolan dan mencetak lima gol, hasil dari kemenangan 2-0 atas wakil asal CONMEBOL tersebut, dan 3-0 dari tim Samurai Biru, meski tanpa pemain bintang seperti penyerang Saint Etienne, Wahdi Khazri. Hal ini jauh berbeda dibandingkan saat memastikan satu tiket ke Qatar di bulan Maret lalu saat mengalahkan Mali dengan agregat 1-0 saja. Gol yang terciptanya pun lahir lewat blunder pemain belakang Mali, bukan karena skema serangan yang dibangun secara tim. 

Di Qatar nanti, anak asuhan Jalel Kadri ini bakal menemui jalan terjal untuk sekedar memperbaiki performanya di putaran final. Tunisia berada satu grup dengan juara bertahan Prancis, tim Dinamit Denmark dan wakil Asia yang baru saja lolos via playoff antar benua, Australia. Menurut jadwal piala dunia yang telah dirilis, mereka akan mengawali kompetisi dengan menantang Denmark. 

JAGO TEBAK SKOR? MAIN DI W88

Kunci Permainan Tunisia di Piala Kirin 2022

Gaya bermain Tunisia sejatinya tidak terlalu istimewa. Mereka lebih mengandalkan ketangguhan barisan pertahanan dan melakukan transisi dengan cepat lewat serangan balik plus jeli memafaatkan kesalahan pemain lawan. 

Di laga pertama menghadapi Cile, serangan dibangun dari sisi kanan dengan memanfaatkan umpan silang jauh kepada bek sayap klub Prancis Caen Ali Abdi. Gol kedua tercipta berkat skenario serangan yang diakhiri oleh gol dari Seifedden Jaziri yang jadi tumpuan baru di lini depan. Striker yang membela klub asal Mesir, Zamalek ini tampaknya akan menjadi andalan baru pelatih Jalel Kadri di lini depan. Ia juga mencetak gol penutup di final saat mengalahkan Jepang. Tendangan jarak jauhnya gagal diantisipasi oleh para bek dan kiper tim Samurai Biru. 

Di laga kedua, tim Elang Karthago ini kembali dalam tekanan hampir sepanjang pertandingan dan sukses menghalau sejumlah serangan Takumi Minamino cs. Meski begitu mereka juga beruntung tidak kebobolan karena tumpulnya lini depan tim tuan rumah. Gol pertama mereka lahir lewat tendangan penalti sedangkan gol kedua hadir diawali oleh kesalahan para bek tengah Jepang membaca pergerakan penyerang lawan. 

Melihat taktik yang bakal diusung oleh Jalel Kadri, Prancis, Denmark dan Australia perlu berhati-hati. Mereka juga memiliki sejumlah pemain muda berbakat yang merumput di liga Eropa seperti Anis Ben Slimane (21 tahun) yang bermain di Brondby, Denmark serta Hannibal Mejbri (19 tahun) yang membela Manchester United. Pasang taruhan anda untuk laga-laga Tunisia di piala dunia Qatar di link alternatif W88

Kiprah Tunisia di Piala Dunia 

Keberhasilan tim Afrika Utara ini lolos ke Qatar 2022 adalah yang ke enam kalinya sepanjang sejarah keikutsertaannya di ajang sepakbola terakbar empat tahunan ini. Sebelumnya, mereka pernah tampil di edisi piala dunia 1978, 1998, 2002, 2006 dan 2018.

Selama tampil di putaran final, Tunisia memang belum pernah mampu lolos ke babak perdelapan final. Performa terbaiknya justru saat mengawali debutnya di Argentina 1978. Saat itu, Ali Kaabi cs berada di grup berat bersama juara bertahan Jerman Barat, peringkat ketiga di edisi sebelumnya, Jerman 1974, Polandia dan wakil asal Amerika Utara, Meksiko. Tunisia tampil mengejutkan dengan membungkam tim Sombrero 3-1 di laga perdana dan menahan imbang tim Panzer tanpa gol. Karl Heinz Rummeniege dkk dibuat frustasi dengan ketatnya barisan pertahanan mereka plus performa cemerlang sosok Moukhtar Naili di bawah mistar gawang yang mampu menggagalkan sejumlah peluang emas Die Mannscahft. Sayangnya, mereka pernah takluk 0-1 dari Polandia yang mengubur impian lolos ke babak berikutnya. 

Dua puluh tahun kemudian, Tunisia kembali lolos dengan sejumlah bintang mereka saat itu seperti Mehdi Ben Slimane, penyerang Adel Sellimi dan kiper Choukri El Quaer. Namun performa runner up Piala Afrika 1996 itu jeblok dan hanya mampu bermain imbang di laga terakhir yang tidak menentukan melawan Rumania. Golnya pun lahir lewat titik putih. Empat tahun kemudian, di Jepang-Korea 2002, Tunisia kembali hanya meraih satu poin saja hasil saat menahan Belgia 1-1. Sedangkan di Jerman 2006, hasilnya pun tetap sama meski diperkuat bek yang merumput bersama Bolton di Liga Inggris saat itu, Radhi Jaidi dan penyerang Ziad Jaziri, sekaligus memiliki predikat Juara Afrika 2004. Anak asuhan eks pelatih Les Blues, Roger Lemerre tersebut digasak Spanyol 1-3 dan dibekuk Ukraina 0-1 setelah hanya berbagi angka 2-2 ketika menghadapi Arab Saudi di partai pertama. 

Penampilan Tunisia sedikit lebih baik di Rusia 2018. Saat itu, Wahbi Khazri dan kolega sempat menyulitkan Inggris sebelum kalah dramatis 1-2, dan digulung Belgia 2-5. Namun, mereka mampu meraih tiga poin setelah menang tipis 2-1 atas tim debutan Panama.