Laga Tunda Brasil-Argentina Siap Digelar di Australia

Laga Brasil-Argentina di babak kualifikasi piala dunia yang terpaksa dihentikan akibat isu COVID-19 akan digelar di Australia di bulan Juni.

Laga yang sejatinya digelar di Sao Paulo, Brasil, pada bulan September 2021 lalu tiba-tiba dihentikan secara paksa oleh pihak berwajib setempat, ANVISA akibat pelanggaran protokol kesehatan oleh empat pemain Argentina yang merumput di Inggris. Saat itu kasus penularan COVID-19 di Inggris sedang tinggi dan Brasil sedang menerapkan protokol kesehatan ketat bagi siapapun yang tiba dari negeri Ratu Elizabeth tersebut. Empat pemain tersebut kebetulan juga diturunkan di laga tersebut kiper Aston Villa, Emiliano Martinez, bek Tottenham Christian Romero, gelandang Aston Villa, Emiliano Buendia dan gelandang Villareal yang saat itu masih berseragam Tottenham, Giovani Lo Celso. Mereka langsung dideportasi oleh pihak berwenang setempat karena dianggap berbohong terhadap status kesehatan mereka dimana mereka tidak melakukan tes antigen setelah tiba di Brasil. Pihak timnas Argentina menolak karena mereka sebelumnya telah lebih dulu menuju Venezuela dari Inggris sebelum bertolak ke Brasil dan mereka berempat telah dinyatakan negatif COVID-19.

Menyusul tertundanya laga tersebut, di bulan Februari lalu FIFA memutuskan memberikan denda kepada kedua timnas akibat tidak melanjutkan pertandingan. Federasi sepakbola Brasil didenda 550.000 Swiss Franc sedangkan AFA (PSSI-nya Argentina) harus membayar denda sebesar 250.000 Swiss Franc. Tak hanya itu, keempat pemain Argentina tersebut mendapat sanksi larangan tampil di dua pertandingan. Kini kedua tim yang sudah memastikan diri lolos ke putaran final piala dunia Qatar jauh-jauh hari akan menggelar laga tunda tersebut di stadion MCG (Melbourne Cricket Ground), Melbourne, Australia pada tanggal 11 Juni 2022 nanti.

Keduanya pernah bertemu di stadion yang sama lima tahun lalu di laga persahabatan bertajuk SuperClassico. Pertandingan saat itu dimenangkan oleh Argentina dengan skor tipis 1-0 lewat gol tunggal dari bek sayap Gabriel Mercado. Meski hanya laga ujicoba, partai tersebut dihadiri oleh lebih dari 95.000 penonton. Tak pelak jika pertemuan dua tim elit dunia di bulan Juni nanti disambut antusias oleh pemerintah Australia, terutama negara bagian Victoria.

JAGO TEBAK SKOR? MAIN DI Fun88

Brasil-Argentina di  Piala Dunia

Perseteruan Brasil-Argentina sudah berlangsung sejak lama, tepatnya di awal abad ke 20, yaitu di tahun 1914. Kedua tim saling mengalahkan di sejumlah laga penting dengan beberapa insiden yang pernah terjadi seperti laga brutal di tahun Copa America 1946.

Namun persaingan keduanya tidak hanya berhenti di level regional, bahkan meningkat di level internasional. Di piala dunia, misalnya laga Brasil-Argentina telah terjadi sebanyak empat kali, yaitu di edisi Jerman 1974, Argentina 1978, Spanyol 1982 dan Italia 1990. Dari empat pertemuan tersebut, dua laga dimenangkan oleh tim Samba di piala dunia 1974 dengan skor 2-1 di babak grup putaran kedua serta 3-1 delapan tahun kemudian di babak yang sama. Sementara tim Tango baru menang sekali di perdelapan final Piala Dunia 1990 dengan skor 1-0 saja. Satu laga lainnya di 1978 berakhir imbang tanpa gol. Pasang taruhan anda untuk laga Brasil dan Argentina di Piala Dunia Qatar 2022 di link alternatif Fun88.

Duel Kedua Tim di Final Turnamen 

Selain di ajang terakbar empat tahunan tersebut, keduanya juga pernah bersua di sejumlah partai puncak di beberapa turnamen regional maupun internasional lainnya, bahkan di level junior sekalipun. Hal ini menunjukkan betapa intensnya persaingan kedua negara tersebut.

Di ajang Copa America, duel Samba versus Tango telah terjadi sebanyak empat kali. Brasil unggul di final 2004 lewat adu penalti setelah bermain imbang 2-2. Saat itu bintang lapangan Selecao adalah Adriano Leite, striker yang merumput di Inter Milan. Tiga tahun kemudian, giliran Dani Alves cs yang menggasak Albicelete yang diperkuat Lionel Messi muda, Carlos Tevez, Javier Mascherano dan jendral lapangan tengah saat itu, Juan Roman Riquelme dengan skor 3-0. Sedangkan tim Tango menang di final edisi 1937 dengan skor 2-0 dan edisi 2021 yang lalu dengan skor tipis 1-0. Penyerang sayap PSG, Angel di Maria lah yang mencetak gol kemenangan.

Di Piala Konfederasi 2005, laga Brasil-Argentina tersaji di partai puncak. Lagi-lagi tim Samba yang diperkuat oleh Ronaldinho, Kaka dan kiper Dida tampak terlalu superior bagi Tango yang belum diperkuat oleh Messi. Mereka masih mengandalkan Javier Saviola, Pablo Aimar dan Luciano Figueroa. Anak asuhan Carlos Alberto Parreira unggul telak 4-1.

Sementara di level U-20, kedua tim bertemu di partai final piala dunia sebanyak dua kali, yaitu di edisi 1983 dan 1995 dan saling mengalahkan. Di final 1983 yang berlangsung di Meksiko, Selecao muda yang diperkuat bintang piala dunia AS 1994 Dunga dan Bebeto mengalahkan tim Tango muda yang dengan bintangnya kiper yang juga berlaga di AS 1994, Luis Islas dengan skor 1-0. Argentina membalasnya di final edisi 1995 yang digelar di Qatar. Albiceleste yang dilatih oleh mantan arsitek tim di piala dunia 2006 plus pelatih Kolombia di piala dunia 2014 dan 2018, Jose Pekerman dan diperkuat oleh pemain serba bisa Juan Sorin menggusur Brasil yang diperkuat bintang tim Samba di dekade 1990an Denilson dengan skor 2-0.