Australia Bersiap Hadapi UEA Menuju Playoff Antar Benua

Timnas Australia bersiap menghadapi Uni Emirat Arab (UEA) untuk playoff Asia sebelum menantang Peru di playoff antar benua menuju Qatar. The Socceroos telah memanggil 29 pemainnya kedalam skuad dan melakukan laga ujicoba minggu ini. 

Dalam laga ujicoba terakhir melawan Jordania, Aussie mampu membalikkan keadaan setelah tertinggal 0-1 terlebih dahulu. Mereka membalas dua gol lewat bek yang bermain di Sunderland, Bailey Wright dan penyerang sayap berdarah Kenya, Awer Mabil. Hasil ini cukup untuk meningkatkan kepercayaan diri anak asuhan Graham Arnold. Australia bersiap menuju laga melawan UEA di Al Rayyan pada tanggal 7 Juni nanti. Jika mampu mengatasi wakil asal Timur Tengah tersebut, mereka sudah ditunggu lawan yang lebih alot, yaitu wakil asal Amerika Latin, Peru. Uniknya, keduanya pernah bersua di babak penyisihan piala dunia 2018 yang lalu. Namun mereka harus takluk 0-2. Kini, the Socceroos tak ingin gagal lolos untuk pertama kalinya sejak bergabung dengan AFC di tahun 2006. 

JAGO TEBAK SKOR? MAIN DI Fun88

Skuad yang Disiapkan Graham Arnold

Mantan asisten Guus Hiddink dan Pim Verbeek ini harus berjuang ekstra keras untuk membawa timnya lolos ke putaran final nanti. Skuadnya tidak lagi terdiri dari nama-nama besar atau pemain kunci di klub elit layaknya di era awal hingga pertengahan 2000an seperti penyerang Mark Viduka yang jadi andalan Leeds dan Newcastle United, John Aloisi di Osasuna, gelandang serang kreatif Harry Kewell yang ikut membawa Liverpool jawara UCL 2005, Tim Cahill yang lama memperkuat Everton ataupun kiper tangguh Mark Schwazner yang pernah membela Middlesbrough dan Chelsea. Kini skuadnya hanya berisi pemain-pemain yang merumput di klub-klub divisi bawah di liga-liga top Eropa ataupun di liga-liga papan tengah di benua biru seperti Liga Denmark, Liga Turki dan Liga Belgia. Satu-satunya pemain bintang yang dimiliki Australia saat ini hanyalah gelandang bertahan Eintracht Frankfurt yang ikut berlaga di final Liga Europa dan membawa klubnya menjadi kampiun di ajang tersebut, Ajdin Hrustic. Selebihnya, para pemain lainnya bukanlah sosok-sosok punggawa yang menonjol. Sang kapten, Matthew Ryan, misalnya bukanlah pilihan utama di Real Sociedad, ada juga bek Trent Sainsbury yang hanya membela klub Belgia, KV Kortrijk, gelandang muda Denis Genreau yang merumput bersama klub Ligue 2 yang baru promosi ke divisi utama, Toulouse. Sementara itu eks gelandang Huddersfield, Aaron Mooy, kini hanya memperkuat Shanghai Port, dan penyerang senior Matthew Leckie yang pernah bermain bersama Hertha Berlin kini sudah pulang kampung dan bermain bersama Melbourne City. Sedangkan, Awer Mabil yang memperkuat Kasimpasa di Liga Turki, hanya mampu mencetak dua gol dan membuat satu umpan goal dalam 11 penampilannya musim ini. Pasang taruhan anda di laga-laga tim Socceroos di babak playoff piala dunia 2022 di link alternatif Fun88. 

Berikut ini daftar nama pemain yang masuk dalam skuad Graham Arnold:

Penjaga gawang:

  • Matthew Ryan (Real Sociedad, Spanyol)
  • Andrew Redmayne (Sydney FC) 
  • Danny Vukovic (NEC Nijmegen, Belanda)

Bek:

  • Bailey Wright (Sunderland, Inggris)
  • Nathanial Atkinson (Hearts of Midlothian, Skotlandia) 
  • Aziz Behich (Girensunspor, Turki)
  • Joel King (OB Odense, Denmark) 
  • Milos Degenek (Columbus Crew, AS) 
  • Jason Davidson (Melbourne Victory)
  •  Fran Karacic (Brescia, Italia)
  • Trent Sainsbury (KV Kortrijk, Belgia)
  • Kye Rowles (Central Coast Mariners)

Gelandang:

  • Denis Genreau (Toulouse, Prancis)
  • Ajdin Hrustic (Frankfurt, Jerman)
  • Aaron Mooy (Shanghai Port, Tiongkok)
  • Jackson Irvine (FC St.Pauli, Jerman)
  • Kenny Dougall (Blackpool, Inggris)
  • Riley McGree (Middlesbrough,Inggris)
  • Craig Goodwin (Adelaide United)
  • Gianni Stensness (Viking Stravanger, Norwegia)

Penyerang:

  • Tom Rogic (Glasgow Celtic,Skotlandia)
  • Adam Taggart (Cerezo Osaka, Jepang)
  • Awer Mabil (Kasimpasa, Turki)
  • Marco Tilio (Melbourne City)
  • Nicholos D’Agostino (Melbourne Victory)
  • Jamie Maclaren (Melbourne City)
  • Mitchell Duke (Fagiano Okayama, Jepang)
  • Martin Boyle (Al-Faisaly, Arab Saudi)
  • Mathew Leckie (Melbourne City)

Kiprah Australia di Piala Dunia 

Sepanjang sejarah penyelenggaraan piala dunia, Australia mampu lolos ke putaran final sebanyak lima kali. Mereka menjalani debutnya di Jerman 1974 dan baru muncul kembali di putaran final piala dunia 2006 yang secara kebetulan juga diselenggrakan di tanah Jerman sebelum lolos berturut-turut sejak itu sebagai wakil dari Asia hingga Rusia 2018.

Debutnya di edisi 1974 benar-benar bukan penampilan yang layak dikenang. Mereka jadi bulan-bulannya oleh duo Jerman. The Socceroos dibekuk Jerman Timur 0-2 dan dibungkam Jerman Barat yang kemudian bablas menjadi juara. Namun, setidaknya mereka tidak pulang dengan tangan hampa setelah mampu menahan Cile tanpa gol di laga ketiga di fase grup. Namun, kemunculan kedunya tiga puluh dua tahun kemudian di negara yang sama benar-benar mengejutkan banyak pengamat, meski sudah mulai terlihat. Sejak ditangani oleh pelatih kawakan Belanda, Guus Hiddink, Mark Viduka cs mampu tampil spartan dengan lolos ke putaran final usai menang adu penalti atas Uruguay, dilanjutkan dengan kemenangan atas Jepang di laga perdana di Jerman 2006 dan menahan Kroasia 2-2. Meski sempat takluk 0-2 dari tim Samba, The Socceroos berhasil lolos ke babak 16 besar untuk pertama kalinya. Sayangnya, perjalanan mereka dihentikan ‘paksa’ oleh Italia lewat penalti kontroversial setelah aksi diving Fabio Grosso di kotak penalti tidak diindahkan oleh wasit. Gol Francesco Totti dari titik 12 pas lah yang membuyarkan mimpi mereka melaju lebih jauh. 

Itulah prestasi terbaik Australia di piala dunia yang belum bisa diulang di edisi-edisi berikutnya. Di Afsel 2010, Harry Kewell dan kolega sejatinya mengumpulkan nilai yang sama dengan skuad empat tahun lalu hasil dari kemenangan 2-1 atas Serbia dan hasil seri 1-1 lawan Ghana. Namun, kekalahan telak 0-4 dari tim Panser di laga pembuka membuat impian untuk lolos pun sirna. 

Sementara di Brasil 2014 dan Rusia 2018, penampilan mereka bahkan menurun tajam. Di negeri karnaval, the Socceroos menelan pil pahit di tiga laga babak penyisihan saat berhadapan dengan Cile  dimana Tim Cahill dkk takluk 1-3, kemudian tumbang dari Belanda 2-3 dan dibantai Spanyol 0-3. Sedangkan empat tahun lalu, mereka hanya sanggup mencetak gol dari titik penalti sepanjang turnamen. Australia benar-benar tak berdaya dihadapan Prancis dan Peru kendati hanya dibungkam 1-2 dan 0-2, meski sempat menahan Denmark 1-1 di laga kedua.